JAKARTA, BeritaNow.com – Perjalanan Commuter Line relasi Bogor–Jakarta Kota pada Sabtu (12/9/2026) menjadi perhatian setelah muncul dugaan seorang penumpang buang air besar (BAB) di dalam gerbong kereta. Informasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan menyebar di media sosial.
Dalam unggahan yang beredar, tampak sejumlah petugas kebersihan mengenakan seragam berwarna kuning sedang membersihkan bagian lantai gerbong. Sejumlah penumpang terlihat menutup hidung karena diduga terganggu oleh aroma tidak sedap. Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, penumpang yang diduga melakukan tindakan itu disebut-sebut merupakan seorang pria.
Menanggapi informasi tersebut, KAI Commuter Indonesia (KCI) menyatakan tidak membenarkan tindakan yang dapat mengganggu kebersihan maupun kenyamanan pengguna transportasi umum.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan pihaknya mengecam perilaku pengguna yang tidak menjaga kebersihan selama berada di dalam kereta.
“KAI Commuter mengecam keras atas perilaku salah satu pengguna Commuter Line yang tidak menjaga kebersihan dan kenyamanan di dalam kereta,” kata Karina, Jumat (11/9).
Setelah kejadian diketahui, petugas kebersihan langsung melakukan pembersihan terhadap area yang terdampak. KAI Commuter juga melakukan penelusuran lebih lanjut dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV guna mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai kronologi kejadian.
Karina menegaskan, pihaknya dapat memberikan tindakan tegas terhadap pengguna yang terbukti menyebabkan gangguan terhadap kenyamanan penumpang lainnya maupun melanggar ketentuan yang berlaku di dalam Commuter Line.
“KAI Commuter juga akan menindak tegas para pengguna yang menyebabkan ketidaknyamanan pengguna lain dan tidak mengindahkan aturan saat menggunakan Commuter Line,” ujarnya.
KAI Commuter sekaligus mengimbau masyarakat yang menggunakan layanan kereta untuk memanfaatkan fasilitas toilet yang telah tersedia di sejumlah stasiun.
Keberadaan toilet tersebut diharapkan dapat digunakan oleh penumpang ketika membutuhkan, sehingga berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kenyamanan di dalam perjalanan kereta dapat dihindari.

